Jumat, 27 Oktober 2017

HIRUK-PIKUK PEMUDA: KEMBALIKAN BAKTIMU!





PEMUDA TAK PANTAS
Aku malu, menjadi pemuda yang hanya berkata tanpa bergerak. Berpacu pada berbagai macam teori tanpa tahu apa kegunaannya. Berubah menjadi sosok pahlawan hanya untuk pujian. Menggenggam tangan dan memukulkan ke dada hanya untuk menunjukkan kekuatan.
Aku malu, mengajak kerabatku pada perubahan. Mengajak kawanku pada kebaikan. Tapi aku hanya diam di tempat tanpa melakukan pergerakan. Negeriku memang sedang membutuhkanku. Membutuhkan kita. Membutuhkan pemuda. Namun bukan yang seperti aku, seperti kita, seperti perilakuku, seperti perilaku kita. Hanya diam pada genjatan dan bangga dengan hedon yang membuat manusianya semakin melarat. Menjauhkan manusia pada kerja sama, sekali kerja sama diartikan mencontek. Individualis!
Aku malu, menjadi pemuda yang ingin membuat kedamaian namun yang terpikir hanya kedamaian untuk diri sendiri dan golongan. Merendahkan martabat orang lain layaknya penguasa semesta. Mengatakan semua adalah salah kecuali dirinya dan golongannya.
Aku malu, menjadi pemuda melek yang tak pernah menggubris orang tua kepayahan. Bahkan menuli saat mereka meminta tolong. Bodohnya, mataku selalu jeli mengamati lantas tertawa saat mereka tiba-tiba tersandung dan jatuh. Mengatai dengan mulut binatang. Tak pantas aku disebut pemuda. Sebegitu buruknya ternyata aku. Sebusuk itu ternyata akal dan nuraniku.
Aku malu, menjadi pemuda terpelajar jika hanya mau belajar saat ujian. Malu! Malu juga ketika aku masih saja belum mampu berkaca pada satu peristiwa. Sampai sedewasa ini. Tak pantas bagi pemuda, apalagi ia terpelajar hanya memandang sebelah mata tanpa peduli cerita apa di baliknya. Buruknya, ketika semua berakhir dalam cacian.
Aku malu menjadi pemuda hari ini.


Tahukah kalian, tulisan di atas adalah suatu gebrakan baru kita untuk kembali mengingat betapa pemuda sangat amat penting. Namun sayangnya etika kita apapun tentang kita belum sepenuhnya menunjukkan bahwa kita adalah pemuda yang baik.

Selamat Hari Sumpah Pemuda.
Sumpahmu Dinantikan Negerimu!
Previous Post
Next Post

post written by:

Hai, pembaca! Saya Amal, pemilik blog ini. Blog ini tercipta tidak lain tidak bukan untuk belajar dan berproses dalam hal menulis. Semoga apa yang saya tulis bermanfaat. Terimakasih.

0 komentar: