Teruntuk diriku sendiri, selamat ulang tahun ke-20.
Teruntuk diriku sendiri, selamat ulang tahun ke-20.
Rasanya angka 20 tidak benar-benar
menjabarkan siapa aku hari ini. Terlalu tua untuk bersuka ria, namun anak muda
mana yang menempatkan angka 2 di muka umurnya. Tak ada pencapaian yang
benar-benar bisa kubanggakan selain masih bisa menulis ini untuk diriku
sendiri. Tak ada yang benar-benar bisa kubanggakan. Tak ada.
Stop! Mari kita
mengulang apa saja yang sudah kamu lalui satu tahun ini. Memang bahagianya
tidak bisa dibandingkan dengan ulang tahunmu tahun lalu. Tapi, ikuti aku. Aku
yakin setelah ini kamu akan bangga dengan dirimu.
Ulang tahunmu
tahun lalu terkesan romantis dengan Surabaya dan juga orang-orangnya. Kamu
tertawa, menahan air mata karena sangking senangnya. Di bulan setelahnya kamu
masih bisa merasakannya sampai akhirnya kamu bertemu satu titik yang tak pernah
kamu sangka sebelumnya. Kamu kehilangan seseorang yang masuk dalam list orang
tersayang. Ini menyakitkan. Di tengah riuhnya masa belajarmu, kamu ditimpuk
keras sebuah kehilangan.
Kamu sempat bilang
hari itu bahwa kamu akan berhenti. Kamu ingin berdiri di tempat karena kamu
takut akan terjadi dua kali. Kamu berusaha mengubur isi kepalamu dan menutup
rapat sekali. Untungnya, kamu berubah pikiran. Karena kamu tahu jika kamu benar
melakukan akan semakin banyak yang kamu kecewakan.
Hari itu kamu
berusaha berdiri meskipun dengan tangis setiap hari. Kamu selalu tampak
menyedihkan namun tak mau dikasihani. Kamu membangun dirimu kembali. Kamu
terlihat utuh meskipun sebenarnya mati-matian menahan diri.
Sampai di sini, apa kamu sudah mulai ingin berterima kasih untuk dirimu sendiri?
Terima kasih sudah mau memaafkan meski kamu sering keterlaluan.
Terima kasih sudah tumbuh menjadi versi terbaikmu.
Terima kasih sudah mau belajar dari egois dan amarahmu.
Terima kasih karena kemandirianmu yang berpijak dengan tangan dan kakimu.
Kamu hebat sudah ada di titik ini.
Ingat, tidak ada yang perlu disesali apalagi jika masih bisa diperbaiki. Hidup ini adalah perencanaan dan perjalanan. Rencanamu bisa rusak kapan saja. Perjalananmu bisa gagal saja. Tapi, kamu masih bisa memperbaiki rencanamu. Kamu masih bisa mengganti hari perjalananmu. Tetap tumbuh menjadi Amal versi Amal.
Selesai di tulis di Kediri, 09 Desember 2020 0.50 WIB