Kamis, 03 Agustus 2017

CORETAN DALAM HAKIKI KEDAMAIAN



Apa yang kita harapkan dari sebuah kedamaian jika kaidah yang kita gunakan saja hanya pada bagian-bagian yang menguntungkan diri sendiri? Dimana letak kedamaian itu jika jalan yang kita tempuhpun berbeda? Kau dengan tangan, aku dengan kaki. Kau dengan mulut, aku dengan telinga. Kau dari sisi kiri, aku dari kanan. Dan yang menggelikan adalah ketika kita menganggap apa yang kita lakukan adalah sebuah keadilan. Keadilan untuk kebaikan dalam sebuah kebersamaan. Keadilan dari mana? Bahkan nurani kita sedang tertawa, menertawakan mulut omong kosong milik kita, hanya saja kita tidak menyadarinya.
          Kita angkuh demi kebaikan sebuah golongan? Golongan apa yang kita maksud? Jika saja di setiap golongan itu tumbuh keangkuhan seperti yang kita miliki dan dunia ini ada beribu macam golongan berbeda. Lantas, terhimpit dimana sebenarnya kedamaian itu? Patut ditertawakan. Bahkan bukan hanya angkuh melainkan juga egois. Termasuk meng-egoisi nurani kita sendiri.
          “Pikirkan dengan jalan damai!!!” Kita saling menggertakkan kalimat itu. Tapi yang ada dalam otak kita adalah jalan damai menurut kita, bukan pada kaidah sebenarnya. Lagi-lagi omong kosong. Mungkin jika kita bisa melihat lakon ini, kita akan tahu bahwa kita dalam selimut kelicikan dibawah naungan mengangkat kejayaaan satu golongan dengan menjatukan golongan lainnya. Hingga kita merasa ada pada ras tertinggi dan menguasai juga mendalangi. Iya kan?
          Lembar-lembar yang kita ajukan banding dalam jalur hukum, terselip kalimat menyesatkan, mengacaukan sejumlah fakta hanya karena terselip uang dibalik kalimat itu. Celaka.
          Berhenti! Jangan terus berlari untuk saling menuntut. Guncang diri kalian hingga kotoran dari seluruh badanmu luruh dan kembali berlarilah menemukan kedamaian. Kekotoranmu hanya akan membutakan sebuah kedamaian yang sedang kau cari. Kedamaian yang hakiki. Bukan kedamaian dari sisi matamu.
Previous Post
Next Post

post written by:

Hai, pembaca! Saya Amal, pemilik blog ini. Blog ini tercipta tidak lain tidak bukan untuk belajar dan berproses dalam hal menulis. Semoga apa yang saya tulis bermanfaat. Terimakasih.

0 komentar: