Jika kamu berzodiak Sagitarius dan suka membaca, mungkin tulisan ini untuk bagus untukmu. Di episode kali ini mincher (admin The Archer), hehe, akan memberikan rekomendasi buku yang mungkin bisa kamu baca.
Perempuan Batih
Perempuan Batih adalah novel fiksi karya AR Rizal tahun 2018. Buku ini menceritakan tentang perjalanan hidup seorang tokoh Gadis. Novel Perempuan Batih menggunakan alur maju dengan runtutan cerita tokoh Gadis dari ketika dia masih muda dan ikut bekerja dengan anak tetangganya di rumah makan hingga saat ia tua. Novel ini memberikan kita pengertian bahwa “people come and go” itu nyata dan benar adanya. Gadis benar-benar merasakan bagaimana ketika masa muda harus ditinggal ibunya, lalu menikah dengan seorang laki-laki yang ternyata harus menghilang ketika mereka sudah dikaruniai empat orang anak. Tokoh Gadis tak pernah putus asa berusaha menghadapi kebutuhan anaknya dengan kekuatan yang ia punya hingga keempat anaknya sudah dewasa dan pergi dari rumah untuk hidup bersama keluarganya masing-masing. Latar suasana rumah dari yang semula ramai menjadi sepi lantas ramai dan sepi kembali benar-benar dirasakan oleh tokoh Gadis.
Untukmu Sagittarian, mungkin novel ini akan menarik bagimu karena kamu akan menemukan beberapa cerita mengasyikkan yang akan menggugah rasa penasaran akan keberlanjutan cerita.
Untukmu Sagittarian, mungkin novel ini akan menarik bagimu karena kamu akan menemukan beberapa cerita mengasyikkan yang akan menggugah rasa penasaran akan keberlanjutan cerita.
All The Small Things
Sebuah buku non-fiksi karya @filosofiurban merupakan buku dengan penjelasan tentang bagaimana seharusnya kamu menghargai diri sendiri di tengah berbagai ekspektasi dalam sebuah realita kehidupan. Buku ini mengajarkan untuk kita bisa menjadi manusia yang lebih tenang saat melihat kehebatan orang lain.
Bagi kamu, Sagittarian, buku ini bisa jadi cocok untuk masuk daftar bacaan. Mengingat sifat perfeksionis dan ambisius yang tak pernah lekang, bisa jadi buku akan menjadi obat agar kamu bisa lebih tenang untuk menghadapi setiap langkah.
Para Sagittarian sering kali terlalu tergesa-gesa untuk melakukan ini dan itu hanya karena melihat kebisaan dari orang lain. Padahal tak semua hal perlu kita lakukan karena manusia memiliki porsi kemampuan masing-masing. Sagittarian yang gemar explore mungkin selalu merasa bahwa apa yang digapai oleh sekitarnya, juga bisa ia gapai. Padahal sikap demikian rawan menjadikan Sagittarian kehilangan tujuan dan jati dirinya.
Bagi kamu, Sagittarian, buku ini bisa jadi cocok untuk masuk daftar bacaan. Mengingat sifat perfeksionis dan ambisius yang tak pernah lekang, bisa jadi buku akan menjadi obat agar kamu bisa lebih tenang untuk menghadapi setiap langkah.
Para Sagittarian sering kali terlalu tergesa-gesa untuk melakukan ini dan itu hanya karena melihat kebisaan dari orang lain. Padahal tak semua hal perlu kita lakukan karena manusia memiliki porsi kemampuan masing-masing. Sagittarian yang gemar explore mungkin selalu merasa bahwa apa yang digapai oleh sekitarnya, juga bisa ia gapai. Padahal sikap demikian rawan menjadikan Sagittarian kehilangan tujuan dan jati dirinya.
Bagaimana? Buku mana yang lebih tertarik untuk kamu baca? Atau justru keduanya?

0 komentar: